Wednesday, January 28, 2015

Fermentasi azolla microphylla untuk pakan ikan dan ternak

Untuk menggunakan azolla microphylla sebagai pakan ikan dan ternak  memang bisa diberikan langsung dalam kondisi segar maupun dalam bentuk kering dari hasil fermentasi. Azolla microphylla hasil fermentasi akan mempunyai kandungan nutrisi terutama protein yang lebih tinggi dari pada azolla microphylla segar.
Fermentasi berfungsi untuk meningkatkan nilai dan kualitas protein dan nutrisi lainnya karena microba mampu memecah komponen yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna.  Fermentasi  terhadap azolla microphylla terbukti meningkatkan kandungan Protein (PK > 35%) dan Bahan Organik (BO > 63%)  (dari hasil penelitian sumber). Proses fermentasi juga akan menurunkan kandungan serat kasar azolla hingga lebih dari 15%, sehingga nutrisi dari azolla akan lebih banyak tercerna atau terserap kedalam tubuh ikan ataupun ternak dan tidak banyak terbuang menjadi feses.

Berikut ini cara memfermentasikan azolla microphylla agar bisa meningkatkan nutrisinya :
1) Ambil azolla segar dari kolam kemudian rendam dalam bak yang berisi air kemudian cuci dan hilangkan lumpurnya, setelah bersih dari lumpur lalu angkat dan tiriskan dengan diangin-anginkan.
2) Setelah itu semprot secara merata azolla microphylla dengan bakteri pengurai yang sudah dibuat sebelumnya ataupun probiotik pengurai buatan pabrikan yang ada dipasaran, kalau perlu dibolak-balik agar benar-benar merata.
3) Jika sudah merata, simpan azolla pada plastik atau drum kemudian tutup rapat, fermentasikan azolla selama 1 mingguan atau sekitar 7 harian.
4) Hasil fermentasi azolla ini bisa dibuat tepung azolla untuk campuran pembuatan pelet ikan ataupun bisa digunakan langsung untuk campuran pakan ternak kambing, sapi, ayam, dan ikan.

Cara memberikan azolla hasil fermentasi untuk pakan lele.
- Sebaiknya azolla microphylla hasil fermentasi sebelum diberikan ke ikan lele, dicampur dahulu dengan minyak ikan ataupun probiotik perangsang nafsu makan ikan. Yaitu dengan cara disemprot langsung ke azolla hasil fermentasi, tujuannya adalah agar terdapat aroma perangsang nafsu makan pada azolla, sehingga ikan langsung memakannya dengan lahap. Jika tidak diberikan minyak ikan ataupun probiotik perangsang nafsu makan, ikan lele tidak akan lahap memakannya dan azolla akan banyak terbuang di dasar kolam.

Pemberian azolla microphylla untuk ikan gurame dan ikan nila
- Sebaiknya untuk ikan gurame dan ikan nila azolla diberikan dalam keadaan segar, karena ikan gurame dan ikan nila lebih menyukai azolla microphylla dalam keadaan segar.

Cara memberikan azolla hasil fermentasi untuk ayam, itik, dan kelinci.
- Azolla microphylla hasil fermentasi bisa dicampur dengan dedak.

Cara memberikan azolla hasil fermentasi untuk Kambing dan Sapi
- Azolla hasil fermentasi langsung diberikan kepada sapi atau kambing.

atau juga bisa dibuat seperti langkah-langkah berikut ini.
1) Siapkan bakteri pengurai yang telah dibuat pada aktikel sebelumnya atau juga bisa bakteri pengurai buatan pabrikan yang dijual dipasaran.
2) Bahan baku pakan yang terdiri dari campuran rumput, jerami, dan azolla microphylla. Untuk rumput dan jerami bisa dicincang hingga menjadi ukuran lebih kecil.
3) Ambil 1 liter larutan bakteri pengurai campurkan dengan 10 liter air. Masukkan kedalam tangki penyemprot untuk pertanian.
4) Gelar bahan baku pakan pada lantai yang telah dialasi terpal ataupun plastik yang lainnya, ratakan, semprot dengan bakteri pengurai, bolak-balik semprot lagi secara merata.
5) Masukkan campuran bahan baku pakan kedalam tong atau drum besar, kemudian tutup rapat biarkan selama 7 hari.
6) Setelah 7 hari, berikan langsung untuk pakan sapi atau kambing. Jika tersisa bisa disimpan didalam drum, semakin lama semakin harum baunya. Juga semakin sempurna penguraiannya.

Kelebihan menggunakan azolla microphylla untuk pakan ikan dan ternak.
1) Dapat menghemat pakan berupa pelet pabrikan yang harganya lumayan tinggi, sehingga dapat menghemat biaya juga.
2) Nutrisi hasil fermentasi juga cukup jika diberikan untuk ayam, itik, kelinci, kambing, dan sapi. Sehingga bisa diberikan dengan jumlah persentase lebih banyak.

Kendala menggunakan azolla mcrophylla untuk pakan ikan dan ternak.
1) Membudidayakan azolla microphylla yang cukup digunakan untuk memenuhi pakan sejumlah hewan ternak memerlukan tempat atau lahan yang cukup luas, namun apakah setiap pembudidaya ikan maupun hewan ternak punya cukup tempat atau lahan yang bisa digunakan untuk budidaya azolla.
Jika terdapat lahan untuk membudidayakan azolla microphylla, ya tinggal go ahead aja.

demikian tulisan kali ini, jika terdapat kekurangan ataupun kesalahan dalam penulisan dapat ditambahkan dikolom komentar dibawah ini. Terimakasih, semoga bermanfaat.

Friday, January 23, 2015

Pengolahan azolla microphylla menjadi pupuk organik cair (poc)

Berikut ini bebera hal yang harus dipersiakan untuk mengolah azolla microphylla menjadi pupuk organik cair

Bahan-Bahan :
1) Bakteri pengurai (yang telah dibuat pada artikel sebelumnya)
2) Azolla Microphylla, akar kacang tanah, dedaunan hijau, daun salam, daun sirsak, dan urine sapi (merupakan sumber unsur makro N dan berbagai macam unsur micro)
3) Air rendaman sabut kelapa dan jerami (sumber unsur makro K)
4) Batang Pisang yang masih segar (ambil 30-40 cm) (sumber unsur makro P)
5) Tetes tebu (+ 0,5 liter), air kelapa (+ 2 liter)
6) Empon-Empon (kunyit, temu lawak, kencur, jahe, daun pepaya)

Peralatan :
1) Drum besar atau ember besar
2) Golok (pisau besar untuk mencacah jerami, akar kacang-kacangan dan batang pisang)
3) Alat Penggiling daging (untuk menggiling Azolla microphylla dan berbagai dedaunan hijau)
4) Lumpang (alat untuk menumbuk)

Langkah pembuatan pupuk organik dari azolla microphylla :
1) Cacah jerami, batang pisang, dan akar kacang-kacangan menjadi ukuran lebih kecil, semakin halus semakin baik. Batang pisang dan akar kacang-kacangan setelah dicacah juga bisa dimemarkan atau ditumbuk agar sari-sarinya semakin banyak yang keluar.
2) Rendam azolla microphylla dalam ember besar, bersihkan lumpur-lumpur yang masih mererekat pada akar, setelah itu tiriskan. Untuk dedaunan hijau dan empon-empon juga harus dibersihkan dengan air sampai bersih, setelah itu tiriskan.
3) Setelah tiris giling azolla microphylla dan dedaunan hijau serta empon-empon dengan alat penggiling daging, jika tidak punya penggiling daging bisa juga dengan ditumbuk hingga halus.
4) Setelah semua bahan sudah halus, campurkan semua bahan kedalam ember atau drum besar aduk rata sampai larutan tercampur homogen.
5) Kemudian masukkan kedalam drum besar, sumber bakteri pengurai, tetes tebu, dan air kelapa. Aduk rata sampai larutan tercampur homogen.
6) Tutup drum besar dengan plastik tebal dan di ikat dengan karet ban agar benar-benar rapat, untuk menghindari terjadinya ledakan karena tingginya tekanan udara, sebaiknya dipasang selang kecil sebagai alat kontrol tekanan udara, dimana ujung selangnya dimasukkan ke dalam botol atau gelas plastik berisi air.  Sehingga udara akan keluar apabila tekanan di dalam drum sudah sangat tinggi, tujuannya agar kondisi drum besar tetap anaerob.
7) Biarkan larutan dalam drum besar selama 1 bulan, dan setiap 10 hari sekali dilakukan pengadukan dan tutup kembali palstik penutupnya dengan rapat.
8) Berhasilnya proses fermentasi ditandai dengan adanya lapisan putih pada permukaan atas larutan, dan dari segi bau, baunya sudah sedikit harum.
9) Saring hasil pembuatan larutan bakteri, ambil larutannya saja.
10) Hasil pembuatan larutan ini akan menjadi pupuk organik majemuk yaitu dengan kandungan unsur makro N, P, K dan unsur mikro Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulphur (S), Silikat (Si), Natrium (Na), Clorida (Cl), Aluminium (Al), Besi (Fe), Mangan (Mn), Cobalt (Co), Seng (Zn), dan juga Zat Perangsang Tumbuh (ZPT).
11) Dengan takaran penggunaan yaitu sebagai berikut :
1 liter larutan dicampur dengan 10-15 liter air, penggunaanya bisa dengan penyemprotan keseluruh bagian tanaman, maupun disiramkan ke akar tanaman. Pemupukan tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari (pukul 06.00-08.00) dan sore hari (pukul 16.00-17.30). Sedangkan untuk bidang peternakan dan perikanan dapat disemprotkan langsung pada pakan ikan maupun pakan ternak (semprotkan pada rumput, jerami, atau langsung pada azolla kering atau segar), tunggu 5 sampai 10 menit setelah itu segera berikan kepada ikan ataupun ternak.

Manfaat pupuk organik dari azolla microphylla untuk pertanian
1) Menyediakan nutrisi yang lengkap untuk tanaman
2) Memacu pertumbuhan akar, batang, tunas dan anakan tanaman.
3) Merangsang pembentukan buah dan bunga
4) Meningkatkan penyerapan nutrisi dari dalam tanah
5) Mengembalikan kesuburan tanah
6) Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama / penyakit

Manfaat pupuk organik dari azolla microphylla untuk perikanan
1) Merangsang pertumbuhan phytoplankton dan zooplankton, sehingga kolam tampak hijau.
2) Meningkatkan kualitas air kolam
3) Meningkatkan daya tahan ikan terhadap penyakit, maupun terhadap perubahan kualitas air kolam
4) Meningkatkan nafsu makan ikan
5) Meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan sehingga dapat memacu pertumbuhan ikan
6) Meningkatkan kandungan nutrisi pakan ikan

Manfaat pupuk organik dari azolla microphylla untuk peternakan
1) Meningkatkan daya tahan ternak terhadap penyakit 
2) Meningkatkan nafsu makan ternak
3) Meningkatkan kandungan nutrisi pakan ternak
4) Memacu pertumbuhan ternak

Sekian tulisan kali ini, jika ada kekurangan atau kesalahan penulisan, mohon masukan pembaca sekalian lewat kolam komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat, dan terimakasih.

Daftar Pustaka
Samijan. 2011. Pembuatan Probiotik Dekomposer Dan Pupuk Cair. BPTP Jawatengah
Wahyono, E. H. dkk. 2010. Pertanian Alami : Bio Starter, Composting, dan Pestisida Alami. Bogor: WCS-Indonesia Program. 
Danarto. 2008. Meramu Pupuk Npk Organik, Semudah Menyeduh Teh. Yogyakarta : RAMES-PSM Yogyakarta
dari berbagai sumber yang lain.

Membuat probiotik / bio aktivator / bakteri pengurai untuk fermentasi azolla microphylla, pupuk organik, dan pakan ternak.

Bahan Pembuatan Probiotik : 

1) Sumber bakteri Pengurai
        Adapun sumber bakteri pengurai yang bisa digunakan sebagai alternatif yaitu :
        a) Rumen sapi = + 5 kg
        b) Batang pisang yang sudah mulai busuk ( peras airnya saja ) = + 5 liter
        c) Batang kayu yang lapuk (di kebun)
        d) Probiotik buatan pabrikan ( contoh : EM-4, dll..)

2) Bahan pendukung sumber bakteri pengurai
        a) Air leri (air cucian beras) = + 2-3 liter
        b) Urine sapi, atau urine kambing = + 5 liter (atau seadanya tergantung ketersediaan)

3) Sumber makanan bakteri pengurai
        a) Tetes tebu atau molase  = + 1 liter
        b) Gula Merah = 1 kg
        c) Terasi = ¼ kg
        d) Bekatul = + 2 kg
        e) Susu Sapi Murni (Susu Perah) = ½-1 liter
        f) Air Kelapa = + 5 liter
        g) Ragi Tape = 1 bungkus
        h) Air tanah (dari sumur) = + 10 liter

Peralatan pembuatan probiotik :
        a) Drum Plastik Besar, atau ember besar
        b) Plastik penutup tebal
        c) Selang kecil (diameter 1 cm)
        d) Botol minumal mineral
        e) Pengaduk dari kayu

Langkah pembuatan probiotik : 
1) Masak air hingga mendidih, masukkan gula merah yang sudah di iris kecil-kecil (agar cepat larut), masukkan terasi, kemudian masukkan dedak/bekatul. Masak sebentar sekitar 2-3 menitan, sambil aduk-aduk rata sampai homogen, setelah itu matikan kompor, dinginkan. Harus benar-benar dingin suhunya, karena kalau panas ataupun hangat bisa membunuh bakteri.
2) Siapkan Drum besar yang sudah dicuci bersih, masukkan air leri (air cucian beras), tetes tebu atau molase, air tanah (dari sumur), susu segar, air kelapa, urine sapi atau kambing dan ragi (dihaluskan dulu dengan ditumbuk) serta bahan-bahan hasil campuran dari langkah ke-1 yang sudah benar-benar dingin. Aduk rata hingga campuran benar-benar homogen.
3) Masukkan kedalam drum besar sumber bakteri utama yaitu rumen sapi, air perasan dari batang pisang yang sudah busuk, dan EM4 atapun kayu lapuk jika ada. Aduk rata hingga hingga benar-benar homogen.
4) Tutup drum besar dengan plastik tebal yang sudah dilengkapi dengan selang kecil untuk saluran udara. Ikat plastik dengan karet hingga rapat, selang kecil dihubungkan dengan botol plastik kecil yang sudah ada airnya, hal ini untuk menghindari terjadinya ledakan karena tingginya tekanan udara. Tujuannya agar kondisi drum besar tetap anaerob, sehingga udara akan keluar apabila tekanan di dalam drum sudah sangat tinggi.
5) Biarkan larutan dalam drum besar selama 1 bulan, dan setiap 10 hari sekali dilakukan pengadukan dan tutup kembali palstik penutupnya dengan rapat. Larutan bakteri pengurai semakin lama akan semakin bagus, akan semakin sempurna proses fermentasinya (max 6 bulan, dikhawatirkan lebih dari itu bakteri mati menurun kualitasnya).
6) Berhasilnya proses fermentasi ditandai dengan adanya lapisan putih pada permukaan atas larutan, dan dari segi bau, baunya menyengat dan sedikit harum.
7) Saring hasil pembuatan larutan bakteri, ambil larutannya saja. Untuk ampasnya bisa dipergunakan untuk pupuk organik.
8) Hasil pembuatan larutan bakteri pengurai dapat digunakan untuk menguraikan atau memfermentasikan pupuk organik, azolla microphylla, ataupun pakan ternak ( memfermentasikan rumput, jerami, dll). Dengan takaran 1 liter larutan dicampur dengan 10-15 liter air, semakin pekat larutan maka cenderung akan semakin banyak bakteri.

Ilustrasi untuk drum besarnya.


Bakteri Pengurai


Beberapa catatan ataupun persiapan yang harus dipersiapkan untuk kelancaran pembuatan bakteri pengurai  :
1) Persiapan pembuatan pupuk dilakukan dalam 2 hari.
        a) Pada Hari Pertama
- Siapkan ragi, em4.
- Cari pangkal batang pisang yang sudah busuk, atau pada batangnya peras airnya simpan dalam ember kemudian tutup.
- Untuk urine sapi bisa dipersiakan beberapa hari sebelumnya, taruh diember kemudian tutup.
- Dedak atau bekatul, terasi, gula merah, tetes tebu dapat dibeli beberapa hari sebelumnya.
- Air leri beras, disimpan dalam lemari pendingin.
- Susu murni biasanya pada peternakan baru selesai dibuat pada siang hari tepatnya 1 hari sebelum pembuatan pupuk. Beli 1 liter, simpan dalam lemari pendingin untuk sementara agar tidak busuk.
- Air kelapa bisa dibeli dipasar, kalau sempat bisa dibeli pada hari kedua pada waktu pagi hari agar lebih fresh.

b) Pada Hari Kedua.
- Pada pukul 4 dini hari, berdasarkan pengalaman penulis, berangkat ke tempat pemotongan hewan ternak setempat. Karena pada jam segitu waktunya penyembelihan hewan ternak. kalau tidak, kita bisa memesan untuk menyisakan rumen sapi untuk diambil pagi harinya.
- Kemudian setelah bahan-bahan lengkap, pada waktu pagi hari (jam 05.00) masak gula merah, terasi, dan bekatul, setelah itu angkat dan diamkan hingga benar-benar dingin. Kira-kira pukul 09.00 atau pukul 10.00 sudah dingin.
- Kemudian campurkan bahan-bahan yang telah dipersiapkan sesuai dengan langkah pembuatan diatas. Pembuatan bakteri pengurai dilakukan ditempat yang teduh.

2) Ini hanyalah pengalaman dari penulis, untuk bahan-bahan yang dipersiapkan kadang di tempat anda tidak tersedia, maka sesuaikan dengan tempat anda sesuai dengan sumber daya alam yang ada. Untuk pembuatan pupuk sebaiknya dilakukan pada pagi hari, kalau siang hari dihawatirkan suhunya sudah mulai panas.

Selamat mencoba, jika ada kekurangan atau kesalahan penulisan, mohon masukan pembaca sekalian lewat kolam komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat, dan terimakasih.

Daftar Pustaka
Samijan. 2011. Pembuatan Probiotik Dekomposer Dan Pupuk Cair. BPTP Jawatengah
Wahyono, E. H. dkk. 2010. Pertanian Alami : Bio Starter, Composting, dan Pestisida Alami. Bogor: WCS-Indonesia Program.
dari berbagai sumber yang lain.

Sunday, January 18, 2015

Budidaya azolla microphylla

kolam azolla microphylla

Berikut diberikan langkah-langkah dalam memulai budidaya azolla microphylla.

Bahan-bahan :
1) Kolam
- bisa dari terpal, semen, atau tanah. Ukuran kolam tidak ada aturan ukuran tertentu, dengan tinggi kolam cukup 15-20 cm saja, dan jangan lupa untuk memberikan kontrol air, sehingga air tidak sampai tumpah waktu pengisian kolam ataupun saat terguyur hujan.
2) Bibit azolla
- Untuk bibit azolla tidak aturan ilmiah yang menunjukkan luasan kolam tertentu untuk sekian kg bibit azolla yang harus ditebar. Sebagai contoh logikanya untuk bibit 1 kg azolla akan membutuhkan waktu  lebih cepat menutupi seluruh permukaan kolam dari pada disediakn 1/2 kg bibit azolla. sebaiknya dipilih bibit yang sudah tebal (sekitar usia + 1 bulan), agar cepat berkembang.
3) Media Kolam Budidaya  Azolla
- Untuk media kolam budidaya azolla ada beberapa macam bisa dipilih salah satunya yaitu pupuk kandang (kotoran sapi atau kotaran kambing), kompos, tanah. juga bisa campuran ketiganya. Catatan untuk pupuk kandang sebaiknya diberikan yang sudah terurai atau terfermentasi sempurna, jika pupuk kandangnya masih baru akan menyebabkan bibit azolla mati karena sifat dari pupuk kandang sendiri panas.
4) Pupuk
- Biasanya pupuk yang digunakan untuk budidaya azolla adalah pupuk sp 36. Namun juga bisa diberikan tambahan pupuk organik buatan pabrikan, yang berbentuk granul ataupun cair, hal ini akan sangat membantu dalam mempercepat pertumbuhan azolla.

Langkah-langkah budidaya azolla :
1) Pertama kolam azolla diberi media pupuk kandang, atau kompos, atau tanah, atau juga bisa campuran dari ketiga media  tersebut.  media diaburkan merata kira-kira dengan ketebalan kurang lebih 5 cm.
2) Kemudian setelah diberikan pupuk kandang, taburkan pupuk sp 36 kedalam kolam secara merata. juga bisa ditambahkan pupuk organik buatan pabrikan baik granul ataupun pupuk organik cair.
3) setelah media dan pupuk sudah diberikan, kemudian berikan air hingga dari atas pupuk kandang setinggi 5 cm atau 10 cm dari dasar kolam.
4) kemudian biarkan kolam selama 2-3 harian, setelah itu masukkan bibit azolla microphylla kedalam kolam. Jika azolla baru datang dari pengiriman sebaiknya diberikan waring peneduh diatas kolam selama 3-5 harian agar azolla yang datang dari pengiriman tidak kering karena panas dan mati. Setelah 3-5 harian dan azolla sudah terlihat mulai tumbuh dan berkembang buka waring peneduhnya.

Pemeliharaan berkala :
1) Isi air kolam budidaya azolla ketika sudah berkurang atau mulai surut, kembalikan sampai ketinggian semula. jangan sampai kolam azolla kering habis airnya karena bisa menyebabkan azolla mati.
2) sebaiknya kolam azolla microphylla terkena matahari secukupnya tidak perlu peneduh, kecuali pada saat musim kemarau yang intensitas mataharinya penuh dan sangat terik panas sekali sebaiknya diatas kolam azolla diberikan peneduh dengan waring (banyak dijual ditoko perikanan ataupun pertanian).
3) Tambahkan pupuk organik cair dengan cara disemprot pada azolla setiap 10 - 14 hari sekali pada pagi hari jam 06.00-08.00 atau sore jam 16.00-18.00.

Panen azolla microphylla.
Berikut azolla microphylla yang siap dipanen (telah bertumpuk tebal +5cm)

azolla microphylla bertumpuk tebal

Panen azolla microphylla ketika sudah terlihat tebal menumpuk dan agak tua (sebelum kering kecoklatan), sisahkan sedikit saja untuk penanaman bibit kembali. dan setiap setelah memanen azolla tambahkan lagi air, media pupuk kandang, sp36, maupun pupuk organik secukpnya saja tidak sebanyak waktu memulai budidaya azolla.

Sekian tulisan ini, jika ada yang tidak tepat atau kesalahan penulisan mohon masukannya pembaca sekalian. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...